Teruntukmu

Teruntukmu..
Bintang yang bersinar paling terang malam ini
Kepadamu kuungkap segala rasa di hati
Tak ada yang tersisa
Hanyalah ampas jiwa

Lelah

kelelahan menyergapku
cinta menjadi seonggok batu
menjadi berhala yang membutakan
aku ingin pergi
tapi kaki tak lagi kuasa berlari

Kita

Kita
Mengalir bagai sungai
Bergejolak bagai lautan
Bercahaya bagai lentera
Putih bagai kapas

Sajak Secangkir Kata-Kata

kita teguk bersama getir
buih yang menjelaskan semuanya
pemaknaan yang muncul
masih saja bersama entah…

Sebuah Tanya

Ada hati dilanda duka
Resah tanpa bisa bicara
Kepada siapa Mengadu,
saat tak ada lagi kepedulian?
Ada sejuta duka datang bersama
menghempas dalam perjalanan panjang
siapa sudi memikul beban tanpa imbalan?